SEMARANG – Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memahami pentingnya menjaga perilaku dan memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan. Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Kuliah Umum Perdana Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) 2026, Senin (14/9/2026).

Mengusung tema “Pencegahan Perilaku Menyimpang dan Tindak Pidana pada Masa Perkuliahan”, kegiatan yang berlangsung di Aula FEB UNISSULA tersebut diikuti lebih dari 200 mahasiswa baru.
Kuliah umum menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai tantangan yang dapat dihadapi generasi muda, khususnya terkait pergaulan, perilaku menyimpang, serta potensi tindak pidana.
Salah satu narasumber, Kombes Pol. Nunuk Setiyowati, S.I.K., M.H., Direktur Reserse Perempuan, Anak, dan Pidana Perdagangan Orang (Dir Res PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah, memberikan perspektif mengenai kondisi kriminalitas dan pentingnya kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
Dalam pemaparannya, perwakilan Polda Jawa Tengah menyampaikan bahwa terdapat 722 kasus kejahatan yang masuk dalam laporan di Polda Jawa Tengah. Data tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai perlunya meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman masyarakat terhadap berbagai bentuk kejahatan.
Mahasiswa sebagai kelompok generasi muda dinilai perlu memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai potensi risiko di lingkungan sekitar. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam penggunaan media sosial dan aktivitas di ruang digital.
Pemahaman terhadap hukum diharapkan dapat membantu mahasiswa lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama ketika menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
Jangan Sampai Masa Kuliah Justru Membawa Masalah
Perspektif mengenai pembinaan dan konsekuensi hukum juga disampaikan Catur Yuliwiranto, S.ST., M.Sw., Pembimbing Kemasyarakatan Madya Bapas Semarang.
Melalui materi yang diberikan, mahasiswa mendapatkan gambaran bahwa keterlibatan seseorang dalam persoalan hukum dapat membawa konsekuensi panjang. Karena itu, pencegahan menjadi langkah yang jauh lebih penting dibandingkan menghadapi persoalan setelah terjadi.
Mahasiswa baru diajak menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk membangun karakter, memperluas wawasan, serta memilih lingkungan pergaulan yang dapat memberikan pengaruh positif.
Sementara itu, Nathasya Agny Prameswari, Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026, memberikan sudut pandang dari kalangan generasi muda. Ia mengajak mahasiswa untuk membangun pergaulan yang sehat, memiliki kontrol terhadap diri sendiri, serta mampu menentukan pilihan yang mendukung masa depan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa baru yang tengah memasuki fase kehidupan yang lebih mandiri dan memiliki ruang interaksi sosial yang lebih luas.
Dihadiri Pimpinan FEB UNISSULA
Kuliah umum perdana mahasiswa baru tersebut turut dihadiri Dekan FEB UNISSULA Prof. Dr. Heru Sulistyo, S.E., M.Si., Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, serta para Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi dari seluruh program studi di lingkungan FEB UNISSULA.
Hadir pula Totok Buyanto, Amd. IP, S.H., Kepala Bapas Semarang, yang turut mengikuti kegiatan pembekalan mahasiswa baru tersebut.
Kegiatan dipandu oleh Ahmad Hijri Alfian, S.E., M.Si., CGAA, dosen FEB UNISSULA, sebagai moderator.
Suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami lebih jauh berbagai persoalan yang dapat muncul selama menjalani kehidupan kampus.
Pendidikan Karakter Menjadi Bagian dari Kehidupan Kampus
Kuliah Umum Perdana Mahasiswa Baru FEB UNISSULA 2026 menjadi salah satu upaya memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa sebelum memulai perjalanan akademiknya.
Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh gelar dan kompetensi profesional. Lebih dari itu, masa perkuliahan merupakan proses pembentukan karakter, kedewasaan berpikir, kemampuan mengambil keputusan, serta kesiapan mahasiswa untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru FEB UNISSULA diharapkan mampu menjalani kehidupan kampus dengan penuh tanggung jawab, membangun pergaulan yang sehat, serta menjauhi berbagai bentuk perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga menjadi generasi muda yang memiliki integritas, kesadaran hukum, dan tanggung jawab sosial.


